
Transformasi Digital LBH Mata Elang: Cetak Paralegal Berbasis Portofolio dan Media Edukasi Hukum Modern
Ungaran, 25 Februari 2026 – Dunia hukum di era modern tidak
lagi hanya bicara tentang tumpukan berkas fisik di atas meja hijau. Kecepatan
informasi dan transparansi menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan
masyarakat terhadap lembaga bantuan hukum. Memahami urgensi tersebut, pada Rabu
malam Kamis ini, atmosfer produktivitas menyelimuti titik lokasi tempat berkumpulnya tim LBH Mata Elang.
Sejumlah paralegal muda berbakat, di antaranya Firdaus
Ramadan Nugroho, Daniel Julius Sidauruk, Andre Dwi Hermawan, Muhamad Rasya
Nabil Asyqar, dan Firman Abdul Ghani, terpantau sedang melakukan persiapan
intensif dalam pengembangan website portofolio individu. Langkah besar ini
merupakan bagian dari strategi digitalisasi yang diinisiasi oleh PT. Mata Elang
Group Indonesia, perusahaan yang khusus didirikan untuk menunjang kebutuhan
teknologi informasi di ekosistem Mata Elang.
Digitalisasi Portofolio: Standar Baru Profesionalisme Paralegal
Langkah LBH Mata Elang dalam memfasilitasi setiap
paralegalnya dengan website pribadi bukan sekadar mengikuti tren, melainkan
sebuah lompatan standar profesionalisme. Mengingat seluruh paralegal di LBH
Mata Elang secara otomatis juga mengemban amanah sebagai Asisten Advokat di
Kantor Hukum Mata Elang Law Firm & Partners, kebutuhan akan media publikasi
menjadi sangat krusial.
Melalui website masing-masing, para paralegal akan
menampilkan rekam jejak atau portofolio mereka dalam memberikan bantuan hukum.
Hal ini mencakup dokumentasi kegiatan lapangan, riset hukum, hingga
pendampingan masyarakat. Website ini nantinya akan menjadi jendela bagi
masyarakat untuk melihat bagaimana penanganan perkara dilakukan secara
transparan, edukatif, dan akuntabel.
Media Edukasi Hukum: Membumikan Hukum untuk Masyarakat
Salah satu fungsi utama dari website individu ini adalah sebagai
media publikasi penanganan perkara. LBH Mata Elang percaya bahwa setiap kasus
memiliki nilai pembelajaran. Dengan mempublikasikan narasi penanganan perkara
(tetap menjaga kerahasiaan identitas klien sesuai kode etik), masyarakat luas
dapat belajar tentang hak-hak mereka.
"Kami ingin hukum tidak lagi dianggap sebagai 'menara
gading' yang sulit dijangkau. Melalui tulisan-tulisan para paralegal di website
mereka, masyarakat bisa mendapatkan literasi hukum secara cuma-cuma namun tetap
berkualitas tinggi," ungkap salah satu tim pengembang dari PT. Mata Elang
Group Indonesia.
Mengapa Memilih LBH Mata Elang? Testimoni Para Pejuang Hukum Muda
Di sela-sela persiapan teknis tersebut, para paralegal
berbagi pandangan mengenai alasan mereka menjatuhkan pilihan pada LBH Mata
Elang sebagai wadah pengembangan diri:
Firdaus Ramadan Nugroho: "Di sini, kami tidak hanya
belajar teori. LBH Mata Elang memberikan ruang bagi kami untuk terjun langsung
ke palagan hukum yang sesungguhnya."
Daniel Julius Sidauruk: "Saya memilih wadah ini karena
sistem mentor-mentee yang sangat kuat. Kami dibentuk untuk memiliki mentalitas
petarung namun tetap beretika."
Andre Dwi Hermawan: "Fasilitas teknologi yang diberikan
perusahaan PT. Mata Elang Group benar-benar menunjang karir kami sebagai
paralegal modern."
Muhamad Rasya Nabil Asyqar: "Kepercayaan yang diberikan
untuk menangani portofolio mandiri membuat kami merasa lebih dihargai sebagai
calon penegak hukum."
Firman Abdul Ghani: "LBH Mata Elang adalah tempat di
mana idealisme bertemu dengan praktik lapangan yang nyata dan terukur."
Di Bawah Komando "Sang Seniman Pertempuran Hukum"
Keberhasilan LBH Mata Elang dalam mencetak paralegal yang
kompetensinya sejajar dengan advokat di tempat lain tidak terlepas dari tangan
dingin pimpinannya. Dikenal luas sebagai "Sang Seniman Pertempuran
Hukum", sang pimpinan Mata Elang menanamkan filosofi bahwa hukum adalah
sebuah seni.
Seni dalam bernegosiasi, seni dalam menyusun strategi
litigasi, dan seni dalam membela hak-hak rakyat kecil tanpa kompromi. Kelebihan
utama LBH Mata Elang terletak pada:
Kurikulum Praktik yang Militan
Paralegal dididik lebih
banyak di lapangan daripada di dalam kelas, sesuai dengan arahan BPHN namun
diperdalam dengan taktik pertempuran hukum nyata.
Dukungan Teknologi Mutakhir
Dengan adanya PT. Mata Elang
Group Indonesia, setiap personil dibekali alat digital untuk memperluas
jangkauan bantuan hukum.
Ekosistem Terintegrasi
Hubungan antara LBH, Law Firm, dan
Perusahaan Teknologi menciptakan sinergi yang membuat penanganan perkara
menjadi jauh lebih efektif dan modern.
Website Individu Sebagai Langkah Awal Yang Besar
Persiapan website pada malam ini barulah
langkah awal. Ke depan, website portofolio milik Firdaus, Daniel, Andre, Rasya,
dan Firman akan menjadi basis data bantuan hukum yang bisa diakses masyarakat
yang membutuhkan rujukan kasus serupa.
Ini adalah bukti nyata bahwa LBH Mata Elang tidak hanya
bicara soal bantuan hukum gratis, tapi juga soal kualitas bantuan hukum yang
didukung oleh sumber daya manusia yang mumpuni dan infrastruktur teknologi yang
canggih.
Kesimpulan
LBH Mata Elang terus bertransformasi. Dengan memberdayakan paralegal melalui media digital, mereka sedang membangun jembatan antara keadilan dan masyarakat luas. Di bawah pimpinan Sang Seniman Pertempuran Hukum, paralegal-paralegal ini bukan lagi sekadar asisten, melainkan ujung tombak pencerahan hukum di Indonesia.

