
Saling Mengisi Demi Klien: Aksi Sigap Firdaus dan Daniel Pastikan Pelayanan Hukum LBH Mata Elang Tetap Berjalan
Kendal, 20 Januari 2026 - Dalam dunia advokasi hukum, tantangan tidak hanya datang
dari argumentasi lawan di persidangan atau rumitnya dokumen hukum. Seringkali,
tantangan muncul dari situasi tak terduga yang menuntut kesigapan, mentalitas
baja, dan yang paling utama: kerja sama tim yang solid.
Selasa ini, menjadi saksi bisu bagaimana
nilai-nilai kebersamaan yang ditanamkan sejak awal rekrutmen di LBH Mata Elang
diuji dan dibuktikan. Ketika sebuah kendala kesehatan menimpa salah satu pilar
advokat, tim paralegal tidak tinggal diam. Mereka bergerak sebagai satu
kesatuan demi memastikan satu hal: pelayanan hukum kepada masyarakat tidak
boleh berhenti sedetik pun.
Insiden Tak Terduga: Saat Sang Advokat Berhalangan
Pagi itu, kabar kurang menyenangkan datang. Advokat Muhhamad
Yusrial Yusuf, S.H., yang dijadwalkan untuk menangani agenda persidangan
di PN Kendal, dikabarkan sedang sakit dan tidak memungkinkan untuk turun ke
lapangan. Dalam prosedur hukum formal, ketidakhadiran kuasa hukum tanpa
koordinasi yang jelas bisa berakibat pada tertundanya persidangan atau bahkan
kerugian bagi pihak klien.
Namun, di LBH Mata Elang, sistem telah terbentuk untuk
menghadapi skenario terburuk sekalipun. Prinsip "saling mengisi
kekosongan" bukan sekadar slogan, melainkan instruksi kerja yang nyata.
Aksi Sigap Firdaus dan Daniel: Menuju PN Kendal
Mendengar situasi tersebut, dua Paralegal andalan LBH
Mata Elang, Firdaus Ramadan Nugroho bersama Daniel Julius Sidauruk, langsung
mengambil langkah taktis. Berbekal Surat Tugas resmi dari lembaga, keduanya
bergerak menuju Pengadilan Negeri Kendal.
Tugas utama mereka hari ini adalah mendaftarkan Surat Kuasa
Khusus. Mengapa pendaftaran ini begitu krusial?
Legitimasi Hukum
Tanpa pendaftaran kuasa, seorang penasihat
hukum tidak memiliki hak bicara atau bertindak di depan majelis hakim.
Kepastian Agenda Sidang
Dengan sigapnya pendaftaran ini,
agenda sidang yang sudah dijadwalkan tetap dapat berjalan sesuai koridor hukum,
sehingga kepentingan klien tidak merasa ditelantarkan.
Tertib Administrasi
Proses pendaftaran di Pengadilan Negeri
memerlukan ketelitian dokumen. Firdaus dan Daniel memastikan setiap berkas
telah sesuai standar operasional prosedur (SOP) LBH Mata Elang.
Kesigapan Firdaus dan Daniel adalah contoh nyata dari profil
paralegal yang kompeten—mereka yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga
tangkas dalam urusan prosedural lapangan.
Budaya Kerja LBH Mata Elang: Ditanamkan Sejak Rekrutmen
Banyak yang bertanya, apa yang membuat tim paralegal di LBH
Mata Elang begitu militan? Jawabannya ada pada budaya organisasi. Sejak tahap
pelatihan dasar hingga program aktualisasi peran, setiap calon anggota
ditanamkan nilai-nilai kebersamaan yang sangat kuat.
Di LBH Mata Elang, tidak ada istilah "kerja
sendirian". Keberhasilan sebuah perkara adalah keberhasilan lembaga, dan
hambatan seorang rekan adalah tanggung jawab bersama. Budaya ini menciptakan
lingkungan kerja yang suportif di mana:
Senioritas Berbasis Bimbingan
Senior paralegal seperti
Firdaus menjadi mentor bagi juniornya sekaligus pelindung bagi
kelancaran tugas advokat.
Respon Cepat (Quick Response)
Setiap anggota tim dididik
untuk memiliki sense of urgency yang tinggi terhadap kepentingan klien.
Integritas dan Loyalitas
Menjalankan amanah dari pimpinan
lembaga dengan penuh tanggung jawab meski dalam kondisi mendadak.
Pentingnya Peran Paralegal dalam Ekosistem Hukum
Kejadian di PN Kendal hari ini menegaskan kembali betapa
vitalnya peran paralegal dalam menjaga marwah sebuah lembaga bantuan hukum.
Paralegal adalah perpanjangan tangan advokat yang memastikan mesin advokasi
tetap berputar saat roda gigi lainnya sedang mengalami kendala teknis.
Berdasarkan undang-undang, paralegal memang memiliki batasan
tertentu dibandingkan advokat. Namun, dalam aspek pendampingan, administrasi
hukum, dan pemberdayaan masyarakat, mereka adalah garda terdepan. LBH Mata
Elang secara konsisten memberikan porsi tanggung jawab yang besar kepada
paralegal agar mereka memiliki jam terbang dan kompetensi yang teruji.
Menjaga Kepercayaan Masyarakat: Pelayanan Tanpa Jeda
LBH Mata Elang telah lama dikenal dan dipercaya masyarakat
karena rekam jejaknya yang tak pernah main-main dalam membela keadilan.
Kepercayaan publik (public trust) ini tidak datang dengan sendirinya. Ia
dibangun dari momen-momen kecil seperti yang dilakukan Firdaus dan Daniel hari
ini.
Klien yang melihat tim hukumnya tetap hadir dan tetap
mengurus administrasinya meski sang advokat utama berhalangan akan merasa
tenang. Rasa aman inilah yang menjadi prioritas utama LBH Mata Elang. Kami
ingin masyarakat tahu bahwa ketika mereka menyerahkan masalah hukumnya kepada
kami, ada satu tim besar yang akan menjaga amanah tersebut, bukan hanya satu
orang.
Kesimpulan: Pelajaran dari PN Kendal
Peristiwa di Pengadilan Negeri
Kendal hari ini memberikan kita pelajaran berharga tentang esensi kerja tim. Bahwa
profesionalisme tidak diukur dari seberapa pintar seseorang secara individu,
tetapi dari seberapa baik ia mampu bekerja dalam harmoni tim untuk kepentingan
yang lebih besar—yaitu keadilan bagi klien.
LBH Mata Elang akan terus memupuk nilai-nilai solidaritas
ini. Kami percaya bahwa tim yang solid adalah kunci untuk memenangkan
pertarungan hukum sesulit apa pun. Terima kasih kepada Firdaus Ramadan Nugroho
dan Daniel Julius Sidauruk atas dedikasinya hari ini. Semoga Advokat Muhhamad
Yusrial Yusuf, S.H. lekas pulih dan kembali bersama tim di garis depan.
Butuh Pendampingan Hukum dari Tim yang Solid?
Jangan ragu untuk menghubungi LBH Mata Elang. Kami memiliki
tim advokat dan paralegal yang kompeten, teruji, dan siap memberikan pelayanan
hukum terbaik untuk Anda kapan saja dan di mana saja.
LBH Mata Elang: Bersama Menegakkan Keadilan, Bersatu Menjaga Hak Anda

