Militansi Tanpa Batas: Keseruan Tim Paralegal LBH Mata Elang Kejar Deadline WFA Hingga Lewat Tengah Malam

Militansi Tanpa Batas Keseruan Tim Paralegal LBH Mata Elang Kejar Deadline WFA Hingga Lewat Tengah Malam

Militansi Tanpa Batas: Keseruan Tim Paralegal LBH Mata Elang Kejar Deadline WFA Hingga Lewat Tengah Malam


 

Dunia hukum seringkali dicitrakan dengan ruang sidang yang kaku dan tumpukan kertas yang membosankan. Namun, di LBH Mata Elang, dinamika tersebut berubah menjadi sebuah "petualangan keadilan" yang penuh semangat. Selama tiga hari terakhir, terhitung sejak Senin hingga Rabu di pekan ketiga Januari 2026, suasana kerja tim tidak lagi terikat pada meja kantor formal. Memanfaatkan fleksibilitas teknologi, para pendekar hukum muda ini menjalankan strategi Work From Anywhere (WFA).

 

Bukan tanpa alasan, langkah WFA ini diambil karena padatnya dokumen hukum yang harus diselesaikan segera. Di balik layar monitor yang menyala hingga larut malam, ada keringat dan dedikasi dalam menyusun narasi pembelaan demi hak-hak klien yang sedang diperjuangkan.

 

Maraton Kesimpulan Sidang di Pengadilan Negeri Depok

Selasa, 20 Januari 2026, menjadi hari krusial bagi tim litigasi. Fokus utama tertuju pada perkara di Pengadilan Negeri Depok. Di sini, tiga paralegal andalan LBH Mata Elang berbagi tugas dengan presisi tinggi untuk menyusun dokumen Kesimpulan Sidang dalam perkara melawan gugatan senilai puluhan milyar rupiah yang berasal dari sebuah perusahaan penerbangan besar. 

 

Firdaus Ramadan Nugroho bertanggung jawab penuh dalam meramu argumentasi hukum untuk penyusunan Kesimpulan dari Tergugat I. Firdaus harus memastikan setiap fakta persidangan yang telah dilalui selaras dengan bukti-bukti yang diajukan.

 

Di sisi lain, Firman Abdul Ghani bergerak cepat menyusun Kesimpulan untuk Tergugat II. Ketelitian dalam membedah saksi menjadi kunci utama dalam draf yang ia kerjakan.

 

Sementara itu, Andre Dwi Hermawan mengemban mandat menyusun Kesimpulan Sidang untuk Tergugat III.

 

Ketiganya bekerja dalam koordinasi jarak jauh yang intens dengan Ketua LBH Mata Elang. Mengapa dokumen Kesimpulan ini begitu penting? Karena dalam dokumen inilah, semua fakta yang terungkap selama persidangan dirangkum menjadi satu kekuatan hukum untuk meyakinkan Majelis Hakim bahwa posisi klien LBH Mata Elang berada di jalan yang benar.

 

Geliat Advokasi Buruh: Menuntut Hak di Surabaya

Tak hanya di Depok, "radar" bantuan hukum LBH Mata Elang juga bergetar hebat di wilayah Jawa Timur. Di sini, isu Perselisihan Hubungan Industrial (PHI) menjadi garda depan.

 

Adam Syafri Amin Hidayat memimpin tim kecil yang berkolaborasi dengan mahasiswa magang berprestasi dari Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (UNDIP), yaitu Namus Akbar Yulistiadi. Keduanya tengah berjibaku menindaklanjuti Anjuran yang dikeluarkan oleh Mediator Hubungan Industrial Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan Kota Surabaya.

 

Tugas mereka tidaklah ringan. Mereka harus menyusun:

 

  • Jawaban Anjuran: Sebagai respon resmi terhadap mediator.

 

  • Surat Pengaduan: Yang ditujukan kepada Pengawas Ketenagakerjaan Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur.

 

Langkah ini adalah upaya sistematis untuk memastikan bahwa perusahaan tidak abai terhadap hak-hak normatif pekerja. Sinergi antara paralegal senior dan mahasiswa magang UNDIP ini menunjukkan bahwa LBH Mata Elang adalah laboratorium hukum yang nyata.

 

Gugatan Ratusan Juta Rupiah: Mandat untuk Muhamad Rasya Nabil Asyqar

Puncak dari rangkaian aksi di Surabaya adalah mandat khusus yang diberikan kepada Muhamad Rasya Nabil Asyqar. Ia dipercaya untuk menyusun draf Gugatan PHI yang akan segera didaftarkan di Pengadilan Negeri Surabaya.

 

Kasus ini bukanlah perkara kecil. Hak pekerja yang dituntut mencapai nilai ratusan juta rupiah. Dalam bimbingan yang ketat, Rasya harus memastikan setiap poin dalam posita dan petitum gugatan memiliki dasar hukum yang tidak tergoyahkan. Kepercayaan yang diberikan kepada paralegal muda ini adalah bukti bahwa LBH Mata Elang sangat menghargai kompetensi dan keberanian anggotanya.

 

Bimbingan Eksklusif: Belajar Langsung dari Sang Guru

Salah satu keunikan yang membuat mahasiswa hukum berebut ingin magang di LBH Mata Elang adalah keterlibatan langsung dalam kasus nyata. Meski para paralegal dan mahasiswa magang berada di berbagai titik WFA, mereka tetap berada dalam pengawasan ketat.

 

Arahan dan bimbingan diberikan langsung oleh para Advokat senior dan Ketua LBH Mata Elang. Bahkan, ketika sang Ketua sedang berada di Jakarta untuk penanganan perkara penting lainnya, koordinasi tetap berjalan mulus melalui platform digital.

 

"Di sini, kami tidak hanya belajar teori di atas kertas. Kami belajar bagaimana rasanya memperjuangkan nasib seseorang yang sedang terhimpit ketidakadilan. Tekanan deadline dan ketelitian dokumen adalah makanan sehari-hari yang membentuk mental kami," ungkap salah satu anggota tim paralegal.

 

Standar Tinggi: Paralegal Bukan Sekadar Ber-KTA

LBH Mata Elang dikenal memiliki standar yang sangat tinggi dalam merekrut personel. Seseorang tidak bisa mendapatkan Kartu Tanda Anggota (KTA) Paralegal hanya dengan mengikuti seminar singkat.

 

Di LBH ini, paralegal yang diakui adalah mereka yang telah:

 

  • Melewati Uji Kompetensi: Memahami prosedur hukum acara dan teknik penyusunan dokumen.

 

  • Lulus Program Aktualisasi: Ini adalah materi terakhir dan terberat, di mana calon paralegal harus terjun langsung menangani kasus di bawah supervisi.

 

  • Teruji di Lapangan: Seperti yang ditunjukkan oleh beberapa paralegal malam ini.

 

Sepak terjang LBH Mata Elang dalam membantu masyarakat telah membangun kepercayaan publik yang kuat. Dedikasi hingga larut malam bukan dianggap sebagai beban, melainkan bentuk ibadah profesional demi tegaknya keadilan.

 

Kesimpulan

Keseruan tim paralegal LBH Mata Elang dalam menjalankan WFA menunjukkan bahwa dedikasi hukum tidak mengenal ruang dan waktu. Dari penyusunan Kesimpulan Sidang di PN Depok hingga perjuangan hak buruh ratusan juta di PN Surabaya, setiap huruf yang diketik adalah harapan bagi para pencari keadilan.

 

LBH Mata Elang membuktikan bahwa dengan kombinasi antara bimbingan advokat senior yang berpengalaman dan semangat membara dari paralegal serta mahasiswa magang (seperti dari FH UNDIP), keadilan bukan lagi sekadar impian muluk, melainkan sesuatu yang nyata diperjuangkan.

 

Informasi Bantuan Hukum LBH Mata Elang

Bagi masyarakat yang membutuhkan konsultasi hukum atau ingin mengetahui lebih lanjut mengenai program paralegal kami, silakan hubungi kantor pusat atau melalui saluran komunikasi resmi kami. Kami hadir karena kami peduli.

 

LBH Mata Elang: Tajam Membela Keadilan, Terpercaya Melindungi Hak Anda.