Magang Fakultas Hukum UNDIP - Para Mahasiswa Rasakan Serunya Penyusunan Dokumen Sidang Bersama LBH Mata Elang

Magang Fakultas Hukum UNDIP - Para Mahasiswa Rasakan Serunya Penyusunan Dokumen Sidang Bersama LBH Mata Elang

🎓 Magang Fakultas Hukum UNDIP - Para Mahasiswa Rasakan Serunya Penyusunan Dokumen Sidang Bersama LBH Mata Elang


 

Semarang, 8 Januari 2026 - Program magang seringkali hanya identik dengan pekerjaan administratif, namun tidak demikian halnya dengan pengalaman yang dirasakan oleh para mahasiswa dari Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (UNDIP) di LBH Mata Elang.

 

Pada Kamis malam Jumat ini, keseruan dan suasana kerja yang intens mewarnai sebuah cafe di daerah Tembalang, Semarang. Para mahasiswa magang berkesempatan emas untuk terjun langsung ke dalam penanganan sebuah perkara perdata di Pengadilan Negeri. Mereka tidak sekadar mengamati, tetapi terlibat aktif dalam tahap krusial persidangan: Penyusunan Dokumen Kesimpulan.

 

Dipimpin oleh Firdaus Ramadan Nugroho yang mendapat supervisi langsung dari Advokat Muhhamad Yusrial Yusuf, S.H., tim yang terdiri dari Daniel Julius Sidauruk, Namus Akbar Yulistiadi, Adam Syafri Amin Hidayat, Firman Abdul Ghani, Andre Dwi Hermawan, M Avendra Fadhila Putra, dan Muhamad Rasya Nabil Asyqar bekerja secara tim menyusun dokumen hukum akhir yang menentukan nasib klien.

 

Kesempatan berharga ini diberikan oleh LBH Mata Elang untuk meningkatkan kemampuan dan kemahiran mahasiswa dalam menerapkan ilmu pengetahuan hukum dan keterampilan yang selama ini mereka pelajari di kampus. Ini adalah Pengalaman Magang Hukum nyata yang memberikan bekal tak ternilai, jauh melampaui teori perkuliahan.

 

Perbedaan Teori vs. Realita: Belajar Nyata di Balik Penyusunan Kesimpulan Perdata 

Tahap Penyusunan Kesimpulan Perdata adalah momen penentuan. Setelah berbulan-bulan persidangan berjalan—mulai dari pembuktian surat, saksi, hingga ahli—dokumen Kesimpulan menjadi ringkasan akhir yang berisi seluruh argumentasi pamungkas tim hukum. Di sinilah para mahasiswa Magang Fakultas Hukum UNDIP menemukan perbedaan besar antara teori dan kenyataan.

 

Tugas Berat Malam Jumat: Mengolah Fakta Persidangan

Tugas utama para mahasiswa, di bawah arahan Firdaus Ramadan Nugroho, adalah menyisir dan menyusun kembali semua fakta-fakta hukum yang telah terungkap di persidangan. Proses ini membutuhkan ketelitian tinggi dan pemahaman mendalam tentang hukum acara perdata.

 

Fokus utama mereka adalah:

 

Mengumpulkan dan Mengorganisasi Bukti 

Mengumpulkan dan mengorganisasi semua bukti yang sah (surat, keterangan saksi, dan keterangan ahli) yang telah diterima oleh Majelis Hakim.

 

Memilah Fakta yang Menguntungkan 

Memilah mana fakta-fakta hukum yang terungkap di persidangan yang menguntungkan klien LBH Mata Elang, dan mengkontraskannya dengan fakta-fakta yang diajukan oleh pihak lawan.

 

Menerapkan Dasar Hukum Relevan 

Mencocokkan fakta yang menguntungkan tersebut dengan pasal-pasal dan yurisprudensi (putusan pengadilan sebelumnya) yang paling relevan untuk memperkuat argumentasi gugatan atau bantahan klien.

 

Menghadapi "Perbedaan" Kenyataan di Lapangan

Para mahasiswa mengakui bahwa keikutsertaan mereka dalam Penyusunan Kesimpulan Perdata ini merupakan pengalaman yang sangat berharga. Mereka melihat secara nyata begitu banyaknya "perbedaan" antara teori dengan kenyataan di lapangan dalam pelaksanaan sesuatu. Di kampus, hukum terlihat hitam dan putih. Di lapangan, fakta seringkali abu-abu, kesaksian bisa jadi kabur, dan proses pembuktian membutuhkan seni dan strategi.

 

Nama-nama seperti Daniel Julius Sidauruk dan Namus Akbar Yulistiadi, serta Adam Syafri Amin Hidayat dan Firman Abdul Ghani, bekerja hingga larut malam, merasakan tekanan untuk memastikan tidak ada satu pun detail penting yang terlewat. Ini adalah ujian nyata kemampuan analisis hukum mereka.

 

LBH Mata Elang dan Komitmen Membangun Praktisi Hukum Masa Depan 

LBH Mata Elang memberikan kesempatan magang yang bukan hanya sekadar magang biasa, melainkan pengalaman terjun langsung turut serta dalam melaksanakan pemberian bantuan hukum kepada masyarakat. Ini adalah bagian dari komitmen LBH Mata Elang untuk mencetak praktisi hukum yang memiliki kepekaan sosial.

 

Melatih Kemampuan Penerapan Ilmu Pengetahuan

Mahasiswa seperti Andre Dwi Hermawan, M Avendra Fadhila Putra, dan Muhamad Rasya Nabil Asyqar tidak hanya belajar tentang struktur dokumen Kesimpulan, tetapi juga belajar bagaimana berpikir strategis layaknya seorang advokat.

 

Penerapan Ilmu Pengetahuan Hukum 

Mereka diajarkan bagaimana menyaring keterangan saksi yang tidak valid secara hukum dan bagaimana mengeliminasi bukti lawan yang cacat formil.

 

Keterampilan Hukum 

Keterampilan praktis, seperti penulisan hukum yang persuasif, legal drafting, dan manajemen dokumen perkara, diasah secara intensif.

 

Peran Komando Mata Elang

Di bawah komando langsung Ketua LBH Mata Elang, tim ini berhasil bekerja secara sinergis. Firdaus berperan sebagai fasilitator yang menjembatani jurang antara pengetahuan akademis dan tuntutan praktik di pengadilan. Ia mengajarkan pentingnya etika profesi dan bagaimana mengutamakan keadilan—nilai inti dari pemberian bantuan hukum kepada masyarakat.

 

Manfaat Pengalaman Magang Hukum Nyata bagi Mahasiswa UNDIP 

Pengalaman Magang Hukum nyata yang didapatkan oleh mahasiswa Fakultas Hukum UNDIP ini akan menjadi modal yang sangat berharga di masa depan. Mereka kini tidak hanya mengerti apa itu Kesimpulan, tetapi bagaimana prosesnya disusun dari nol.

 

Transformasi dari Akademisi ke Praktisi

Pemahaman Mendalam Hukum Acara 

Mereka mendapatkan pemahaman langsung bahwa Hukum Acara Perdata adalah jantung dari persidangan, di mana kesalahan prosedur sekecil apapun dapat merugikan klien.

 

Pentingnya Bantuan Hukum 

Dengan terlibat langsung dalam kasus yang dampaknya terasa nyata oleh masyarakat, mereka mendapatkan kesadaran bahwa ilmu hukum adalah alat penting untuk mewujudkan keadilan sosial.

 

Keseruan dan tantangan dalam Penyusunan Kesimpulan Perdata di malam Jumat tersebut memberikan pelajaran bahwa seorang praktisi hukum yang handal harus menggabungkan ketelitian akademis dengan kecepatan dan ketepatan strategi lapangan. Mahasiswa Magang Fakultas Hukum UNDIP ini telah melewati batas magang biasa dan menjadi bagian integral dari perjuangan LBH Mata Elang dalam menegakkan hukum.

 

Kesimpulan

Program Magang Fakultas Hukum UNDIP di LBH Mata Elang telah memberikan pengalaman nyata yang transformatif. Melalui keterlibatan langsung dalam penyusunan dokumen sidang hingga larut malam, para mahasiswa telah mengasah keterampilan hukum mereka dan mendapatkan pemahaman mendalam tentang "perbedaan" antara teori dengan praktek di lapangan. Di bawah bimbingan LBH Mata Elang, para mahasiswa FH UNDIP ini telah membuktikan bahwa mereka siap menjadi generasi penerus praktisi hukum yang kompeten dan berempati.