
Membuka Jaringan Keadilan: Sang Pionir Volunteer LBH Mata Elang di Kabupaten Paser Kalimantan Timur
Semangat Baru yang Menerangi Keadilan di Tanah Paser
Kabupaten Paser, 28 Agustus 2025 - Sebuah semangat baru sedang bersemi. Semangat ini datang dari seorang pemuda bernama Ropi'i, S.E., yang baru saja bergabung sebagai volunteer di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Mata Elang. LBH dengan visinya yang tajam dan misinya yang mulia, melihat adanya celah besar dalam akses keadilan di tanah Paser. Kabupaten Paser, dengan lanskap yang kaya namun tantangan geografis yang besar, menjadi medan juang pertama. Di sinilah Ropi'i, dengan tekad membara, memulai babak baru dalam hidupnya.
Sebagai volunteer, tugasnya bukan hanya sekadar membantu
administrasi, melainkan menjadi ujung tombak untuk membuka jaringan kerja LBH
Mata Elang di seluruh pelosok Paser. Ini bukan pekerjaan mudah. Ia menghadapi
rintangan mulai dari ketidaktahuan masyarakat tentang hak-hak mereka hingga
ketidakpercayaan terhadap lembaga hukum. Namun, alih-alih menyerah, tantangan
ini justru memicu semangatnya.
Misi Seorang Volunteer: Mengubah Prasangka Menjadi Kepercayaan
Awal perjalanan Ropi'i adalah sebuah langkah berani. Ia
tidak menunggu instruksi, melainkan mengambil inisiatif. Pendekatannya sederhana, namun sangat efektif: ia menempatkan
dirinya sebagai teman, bukan sebagai 'pakar' hukum yang kaku.
Mengetuk Pintu Hati Masyarakat
Ropi'i sadar betul bahwa untuk membangun jaringan, ia harus
terlebih dahulu membangun hubungan personal. Ia tidak sekadar datang dan
berbicara, melainkan mendengarkan. Ia duduk di teras rumah warga, berbincang
dengan petani di ladang, dan berdiskusi dengan tokoh adat di balai desa. Ia
mendengarkan cerita-cerita mereka, keluh kesah mereka, dan masalah hukum yang mereka
hadapi sehari-hari, yang sering kali dianggap sepele.
Melalui interaksi ini, ia menemukan bahwa banyak masalah
hukum yang sebenarnya bisa diselesaikan, namun masyarakat tidak tahu harus
mencari bantuan kemana. Dengan sabar dan penuh empati, ia menjelaskan bagaimana
LBH Mata Elang bisa menjadi jembatan untuk mendapatkan keadilan. Sikap tulusnya
ini perlahan-lahan mengubah prasangka menjadi kepercayaan. Wajah-wajah yang
awalnya ragu, kini mulai menunjukkan senyum dan keterbukaan.
Membangun Jejaring dari Hati ke Hati
Alih-alih membuat struktur jaringan yang rumit, Ropi'i fokus
pada pembentukan jaringan dari hati ke hati. Ia mengidentifikasi
individu-individu yang berjiwa sosial tinggi di setiap komunitas—mulai dari
guru sekolah, ibu PKK, hingga pemuda masjid. Ia mengajak mereka untuk menjadi
"mata dan telinga" LBH Mata Elang di lingkungan mereka. Mereka bukanlah
agen formal yang digaji, melainkan para sukarelawan yang tergerak hatinya untuk
membantu sesama.
Jejaring informal ini terbukti jauh lebih kuat daripada yang
formal. Informasi tentang layanan LBH Mata Elang diharapkan menyebar dengan cepat dan
efektif dari mulut ke mulut. Seseorang yang membutuhkan bantuan hukum tidak
lagi bingung; mereka tahu harus menghubungi siapa. Momen ini menandai titik
awal yang monumental bagi LBH Mata Elang di Kabupaten Paser.
Terobosan Luar Biasa: Memicu Efek Bola Salju Kebaikan
Apa yang dimulai sebagai inisiatif seorang volunteer, akan menjadi gerakan masif. Jaringan yang dibangun Ropi'i dapat memicu efek bola salju
yang positif. Sebentar lagi, LBH Mata Elang akan mulai menerima kasus-kasus dari wilayah-wilayah
yang sebelumnya tidak terjangkau. Kasus-kasus yang paling rentan, seperti
sengketa tanah adat, kekerasan domestik, dan eksploitasi buruh, akan terangkat
ke permukaan.
Keadilan yang Lebih Mudah Diraih
Dengan adanya jaringan yang kokoh, proses penanganan kasus
menjadi lebih cepat dan efisien. Masyarakat tidak lagi harus menempuh
perjalanan jauh ke pusat kota untuk mencari bantuan. Mereka bisa menghubungi
kontak lokal yang akan dibangun Ropi'i, yang kemudian akan memfasilitasi
komunikasi dengan LBH Mata Elang. Ini adalah terobosan besar yang membuat
keadilan menjadi lebih mudah diraih oleh semua lapisan masyarakat.
Menginspirasi Generasi Baru Volunteer
Kisah perjalanan Ropi'i baru dimulai. Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Mata Elang menaruh harap dan kepercayaan kepadanya untuk menginspirasi banyak pemuda lain di
Paser untuk ikut bergabung. Menjadi volunteer atau paralegal di LBH
bukanlah sekadar pekerjaan, melainkan sebuah panggilan untuk berkontribusi pada
perubahan sosial. Mereka adalah generasi baru yang akan melanjutkan
misi mulia ini, memastikan bahwa setiap warga Paser memiliki kesempatan yang
sama untuk mendapatkan perlindungan hukum.
Kesimpulan: Voluntarisme, Fondasi Perubahan Sejati
Ropi'i adalah bukti nyata bahwa satu individu, dengan
tekad dan semangat yang benar, bisa menjadi fondasi perubahan yang signifikan.
Ia bukan sekadar volunteer, melainkan pionir yang berani melangkah keluar dari
zona nyaman untuk melayani bantuan hukum bagi mereka yang paling membutuhkan.
Melalui kerja kerasnya, LBH Mata Elang diharapkan tidak hanya dikenal sebagai lembaga bantuan hukum di tanah jawa saja, tetapi sebagai mitra tepercaya dan harapan bagi masyarakat di Kabupaten Paser Kalimantan Timur. Kisah ini mengajarkan kita bahwa perubahan tidak selalu datang dari atas, tetapi sering kali dimulai dari bawah, dari langkah kecil seorang pemuda yang berani bermimpi besar. Ini adalah pengingat yang kuat bahwa setiap dari kita memiliki kekuatan untuk menjadi agen perubahan, dan bahwa semangat sukarela adalah kekuatan yang paling transformasional.
Untuk melanjutkan dan memperkuat misi mulia ini, LBH Mata Elang membuka kesempatan kepada para advokat dan paralegal yang memiliki semangat juang tinggi dan kepedulian sosial untuk bergabung. Bagi Anda yang tergerak untuk menjadi bagian dari gerakan keadilan ini, pintu kolaborasi terbuka lebar. Anda dapat berkoordinasi langsung dengan sang pionir, Ropi'i, untuk menjadi bagian dari tim yang berdedikasi dan bersama-sama memperluas jaringan keadilan di wilayah Kabupaten Paser.